oleh

Menjaga Kebugaran

Oleh: Ust. Imam Nawawi

Tubuh yang sehat adalah nikmat terbesar setelah, iman dan Islam. Oleh karena itu sangat penting setiap insan memperhatikan perihal kesehatan dan kebugaran tubuhnya.

Akan tetapi, tidak sedikit orang mengabaikan aspek yang sangat dianjurkan di dalam agama bahkan di teladankan oleh Rasulullah bersama keluarga.

Umumnya orang saat ini, dengan alasan waktu, kesibukan, tidak sempat lagi memperhatikan hak-hak tubuhnya, sehingga tidak heran jika dalam usia yang tak begitu tua, beragam penyakit dan keluhan seringkali muncul. Sebagian lagi ada yang lebih banyak terbaring dan duduk daripada berjalan apalagi berlari.

Padahal, jika kita memperhatikan kehidupan Nabi, beliau memulai risalah dakwahnya pada usia 40 tahun dan aktif dalam kiprah di masyarakat selama 23 tahun.

Dengan kata lain tidak pantas orang yang belum 60 tahun merasa dirinya tak lagi sigap dalam gerak fisik, sehingga mudah lelah dan banyak waktu tergunakan untuk perawatan kesehatan.

Bergeraklah, berolahragalah, atau bahkan seperti Nabi dan istrinya, berlombalah dalam ketangkasan untuk kebugaran.

Sayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqh Sunnah menjelaskan bahwa perlombaan (untuk kesehatan fisik) disyariatkan dalam Islam, bahkan merupakan kegiatan yang terpuji.

Kadang perlombaan menjadi mustahabb (dianjurkan) dan kadang mubah, sesuai dengan niat dan tujuan. Perlombaan bisa dilakukan dalam bentuk lari, bermain panah, keterampilan bermain senjata (sekarang mungkin menembak), dan berkuda.

Istri Rasulullah, Aisyah berkata, “Aku pernah berlomba dengan Nabi SAW dan mengalahkan beliau. Kemudian ketika aku telah mengusung daging, aku kembali berlomba dengan beliau dan dikalahkan oleh beliau. Beliau pun berkata, ‘Ini adalah balasan dari perlombaan yang lalu.” (HR. Ahmad).

Kisah di atas menunjukkan bahwa dalam hidup ini kita tidak boleh mengabaikan aspek kebugaran tubuh. Sempatkanlah waktu untuk berolahraga atau bahkan berlomba dengan keluarga, baik dengan istri/suami maupun anak-anak.

Bahkan dalam level yang lebih serius Rasulullah SAW juga pernah menggelar perlombaan. Ibnu Umar berkata, “Nabi SAW memperlombakan kuda-kuda yang di-tadhmir (diberi makan hingga gemuk dengan pakan utama sehingga tubuhnya ringan) dari Haifa dengan batas akhir bukit Wada’. Dan, beliau memperlombakan kuda-kuda yang tidak di-tadhmir dari bukit Wada’ sampai Masjid Bani Ruzaiq. Ibnu Umar adalah salah seorang yang ikut berlomba.” (HR. Bukhari).

Fakta sejarah tersebut membuktikan bahwa menjaga kebugaran tubuh adalah penting dan mesti diutamakan. Hal ini sangat relevan dengan apa yang ditegaskan oleh Nabi sendiri bahwa orang mukmin yang kuat lebih baik daripada orang mukmin yang lemah.

Kuat dalam hal ini tentu saja tidak semata fisik, tetapi kalau melihat ibadah Nabi dan para sahabat, di antara mereka ada yang mampu sholat malam dalam tempo yang begitu panjang.

Artinya, kebugaran sangat menunjang kekuatan jiwa seseorang dalam ibadah dan amal sholeh, sehingga upaya taqarrub kepada Allah dan bermanfaat bagi sesama dapat dijalankan dengan maksimal dan optimal.(* )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU