oleh

Aktifis Yang Mengabdi dan Kembali ke Barak

BAGI pria kelahiran Bekasi 1971 ini berjuang dalam dunia pendidikan bukanlah obesesinya. Namun guratan takdir dan dorongan orangtuanyalah telah membawanya menjadi seorang pengajar yang mengabdikan hidupnya untuk menjadi pendidik mencerdaskan anak bangsa.

Keadaan tersebut tidak disesalinya bahakan menjadi motivasinya untuk bisa mempersembahkan karya terbaik dalam dunia pendidikan. Baginya dimanapun mengabdi asal dilaksanakan dengan ikhlas dan penuh motivasi akan mampu mempersembahkan karya terbaik.

“Saya sebelum menjadi PNS adalah guru yang merangkap aktifis lantaran memang hobi berorganisasi saya terjun diberbagai kegiatan baik LSM maupun dunia politik. Namun lantaran Allah menghendaki lain dan orang tua merestui saya akhirnya harus kembali ke barak yaitu sebagai pendidik hingga kini dan meninggalkan hingar bimgar dunia aktiis itu,” ujar kepala Kepala Sekolah SDN Wanajaya 02 dan lulusan IKIP Jakarta ini.

Kiprahnya dalam dunia aktifis tidak diragukan lagi begitupula sepak terjangnya dalam dunia politik mewarnai hidupnya bahkan lingkungan sekitarnya. Baginya membongkar paradigama lama yang kaku dan mengarahkannya lebih baik adalah semangatnya yang tak pernah padam.

“Saya selalu berharap anak-anak muda khususnya masyarakat  disekitar lingkungan tetap menjaga eksistensinya dengan cara lebih berilmu serta lebih beradab. Jika itu dilakasnakan maka keberadaan kita akan diterima dan bisa memajukan masyarakat,” ujar mantan guru berprestasi dan BPD Wanasari yang masih terobesesi untuk menjadi pengambil kebijakan di Kelurahan Wanasari ini.

Baginya memberikan warna bagi tempatnya bekerja terlebih bisa berguna bagi orang lain adalah sebuah kepuasan tersendiri. Berbekal seabreg kegiatan dan organisasi serta presatasi yang pernah dipimpinnya berharap membawa dirinya pada puncak karir yang bisa memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

“Saat ini memang sangat dibutuhkan terobosan terutama dalam dunia pendidikan kita berharap dunia pendidikan Kabupaten Bekasi kedepan bisa menempatkan orang yang memang ahli dibidangnya atau istilahnya the right man on the rigt place. Begitupula terhadap mereka yang memang tidak menguasai dibidangnya khususnya dalam dunia pendidikan bisa diperbaiki,” tambah mantan Ketua LSM Matahari Bekasi dari Tahun 1998-2001.

Ia mencontohkan untuk siswa SD kelas 1-3 seharusnya diberikan pelajaran oleh gurunya berdasarkan tematik bukan berdasarkan mata pelajaran. Kenyataannya  saat ini itu tidak dilaksanakan padahal aturan mengharuskan seperti itu .

Selain itu bagi ayah dua anak ini dunia pendidikan adalah dunia pengabdian. Meski saat ini masih banyak guru honor yang belum diangkat namun semuanya membutuh waktu dan proses untuk dijalani. Ia mengakui untuk kesejahteraan saat ini khususnya guru lebih baik dari era tahun 90-an tinggal kemampuan personal mengatur kemampuan dan kekuatan finansialnya.

“Asal kita tidak disoreintasi saya pikir guru adalah ladang amal ilmu dan keberkahan dunia dan akhirat. Dan saya akan konsen didunia ini,” tambah Sekretaris PGRI Kabupaten Bekasi yang juga pembimbing pengajian remaja di Keluarahan Wanasari . (*/amh)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU