oleh

KEKUATAN MENDENGAR

Oleh: Sudani SS. SE

SETIAP pagi di kantor saya, diadakan briefing. tidak lama, maksimal 10 menit. Meski kadang lewat 5 menit. Namanya juga briefing. Isinya kadang motivasi atau beberapa cerita atau kisah sukses yang mampu membangkitkan semangat. Buat diri saja dulu, bonusnya bermanfaat juga bagi orang lain. Dan yang menjadi petugas melakukannya ganti-gantian. Semua pasti dapat giliran. Kadang amil yang tugasnya fundraising, kemudian yang tugas sebagai receptionis.

Pagi ini yang tugas memimpin briefing dari team support system. Namanya Mas Gilang. Orangnya setiap hari pakai kacamata. Sangat kreatif. Sesuai dengan tugasnya menyajikan konten untuk memberikan informasi yang utuh kepada para muzakki. Baru married beberapa bulan lalu. Yang pasangannya sudah dia kenal sejak SMP.

Setelah mengucap salam, sang pemuda keren ini menyampaikan, “Saya mau ceritakan sebuah kisah, sangat Inspiratif menurut saya”, ini dia.

Ada seorang bapak yang sudah tua renta. Berpikiran bahwa umurnya sudah tak lama lagi. Ingin membagikan harta warisan. Dia punya benda paling kuno dan satu-satunya di dunia. Yaitu sebuah jam. Banyak yang menawar ingin membelinya dengan harga sangat mahal. Tapi dia tidak mau menjualnya. Dia mau mewarisi benda itu kepada anaknya. Tapi anaknya ada tiga orang, semuanya laki-laki. Dia harus mewarisinya kepada anaknya yang sangat bijaksana.

Maka, hari itu pun tiba. Beliau kumpulkan ketiganya disebuah tanah lapang. Sangat hening. Setiap orang berharap dia yang akan mewarisinya. Masing-masing anak punya keyakinan bahwa dialah pemenangnya. Dia yang akan mendapatkannya.

“Anak-anakku, kalian sudah tahu bahwa usia saya sudah tidak seperti dulu. Dan kalian bertiga juga sudah tahu kalau saya hanya punya satu harta dan harus saya wariskan kepada salah satu dari kalian. Oleh karenanya, benda itu tadi subuh sudah saya sembunyikan di gudang persis di belakang kalian berdiri saat ini. Dan yang menemukannya berhak memilikinya”, ucap sang ayah.

“Yang akan duluan masuk ke sana adalah di Sulung, kemudian menyusul si Tengah dan terakhir si Bungsu. Tapi ingat, jika dalam satu jam belum juga berhasil segera gantian, mengerti???!

“Mengerti!!!”.

Giliran Sulung masuk duluan, semua peralatan dia bawa ke dalam gudang. Sekop, gergaji, dia bawa masuk. Sesat setelahnya terdengar suara sangat gaduh. Berisik. Satu Jam berlalu, dia keluar. Baju basah kuyup oleh keringat. Waktu habis.

Setelah si Sulung, si Tengah masuk. Dia optimis dia yang akan dapat. Dia begitu perhatikan apa saja yang telah dilakukan abangnya. Dan daerah mana saja itu. Beberapa alat dia bawa masuk. Terdengar juga suara berisik setelahnya. Dia keluar. Tak berhasil juga.

Kini giliran si Bungsu. Dia tak bawa apa-apa. Ayahnya heran. Dia bawa diri dan pakaian seadanya. Tapi si Bungsu tersenyum. Dia seakan tahu celanya. 10 menit berlalu tak ada suara apa pun dari dalam. Semua hening. Mereka khawatir terjadi sesuatu kepada si Bungsu. Satu menit kemudian dia keluar. Tersenyum. Sambil memegabg sesuatu. Dia bawa hasilnya. Di tangan kanannya terdapat jam kuno itu. Semuanya heran.

“Bagaimana cara mu sehingga kamu bisa menemukannya?”, tanya Ayah.

“Saya cuma diam Ayah!”

“Koq bisa?”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU