oleh

Amatil Indonesia Teken MoU dengan 10 SMK di Jawa Barat

SUKABUMI– Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) terus menunjukkan komitmennya mendukung agenda-agenda pemerintah. Salah satunya turut serta dalam program peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian RI.

Hal itu dibuktikan dengan kerjasama penandatangan MoU antara Coca-Cola Amatil Indonesia dengan 10 SMK di Provinsi Jawa Barat yaitu SMK di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Cimahi, Bandung dan Cirebon. Program vokasi industri antara Amatil Indonesia dan SMK tidak hanya dilakukan di Jawa Barat.

“Pelaksanaan pendidikan vokasi yang link and match antara industri dengan SMK merupakan salah satu program yang diwujudkan secara konkret oleh Kemenperin dalam upaya menyediakan satu juta tenaga kerja tersertifikasi sampai tahun 2019,” ujar Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto dalam pidato pembukaannya.

Sementara itu menurut Head of Corporate Affairs, Coca-Cola Amatil Indonesia, Dhani Priatna program bertajuk vokasi industri link and match tersebut merupakan program prioritas pembangunan pemerintah di tahun 2019.

“Program ini menyasar kerjasama antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membangun ketersinambungan diantara keduanya,” ujarnya

Menurutnya ketersediaan SDM kompeten akan mendongkrak daya saing industri nasional. Dengan memahami dan menguasai teknologi digital sesuai kebutuhan di era industri 4.0 saat ini

“Ini kesempatan yang amat baik bagi Amatil Indonesia untuk bersinergi membantu pemerintah meningkatkan kapasitas SDM di dalam negeri,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program ini sejalan dengan semangat Amatil Indonesia untuk terus mengembangkan diri lewat beragam produknya agar senantiasa dapat hadir memberikan kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat.

Dikatakannya program vokasi industri link and match ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Dukungan serta sinergi dari para pemangku kepentingan, mulai dari SMK, industri, pemerintah daerah serta pemerintah pusat diperlukan agar pelaksanaan dan tujuan dari program ini dapat tercapai.

“Beberapa area operasi lainnya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Medan dan Lampung sudah melakukan kegiatan vokasi industri bersama dengan SMK dalam rangka peningkatan kapasitas SDM Indonesia menuju industri 4.0 tersebut,”imbuhnya.

Di dalam program vokasi yang diberikan Amatil Indonesia, nantinya para pelajar SMK tidak hanya diberikan pemahaman teknis, melainkan akan dibekali pula dengan pelatihan entrepreneurship. “Harapan kami, di masa depan mereka dapat mandiri dengan kemampuan yang dimilikinya,” terangnya.  (*/amh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU