oleh

LKBH PGRI Bergerak Cepat Dampingi Kasus Penganiayaan PNS

LKBH PGRI Bergerak Cepat Dampingi Kasus Penganiayaan Kaswin

CIKARANG PUSAT- Lembaga Bantuan dan Konsultasi Hukum (LKBH) PGRI Kabupaten Bekasi bergerak cepat melakukan inestigasi atas kejadian yang menimpa salah satu PNS yang juga Kepala SDN Cimahi 01, Kecamatan Cikarang Pusat, Kaswin. Diduga Kaswin dianiaya oleh oknum parat saat penggarukan tanah di Kampung Paparean Pasir, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Senin (25/03/2019)

Ketua LKBH PGRI Abdul Chalim Sobri mengatakan pihaknya langsung melakukan advokasi atas peristiwa yang menimpa Kaswin yang juga anggota PGRI Kabupaten Bekasi. “Dari hasil penelusuran telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan lengan tangan saudara Kaswin membiru akibat perlakuan oknum,”ujarnya kepada Formenews.id .

Rencananya ia mendampingi korban ke Polresta Bekasi untuk melaporkan oknum aparat yang diduga melakukan penganiayaan. Setelah melapor disampaikannya ia juga akan melakukan visum sebagai bukti laporan bahwa korab telah dianiaya.

“Rencananya sore ini paling cepat sambil menunggu kesiapan pelapor dulu,”tambahnya.

Sebelumnya beritakan keluarga PNS menyesalkan penganiayaan oleh oknum aparat terhadap Kepala SDN Cimahi 01, Kecamatan Cikarang Pusat, Kaswin. Wahdatun istri dari salah satu PNS berinsial (Tsn) menyesalkan tindakan refresif aparat terhadap suaminya saat penggarukan tanah di Kampung Paparean Pasir, RT10/06, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat pada Senin (25/3/2019).

Padahal menurutnya suaminya tersebut bertindak mempertahankan haknya lantaran tanah yang dikuasai dan diratakan oleh pihak Deltamas tersebut adalah lahan milik keluarganya yang hingga saat ini pihak Deltamas belum membayarnya.

“Kita menyesalkan sikap aparat yang refresif ampe nyekek dan nyered-nyered suami saya. Padahal suami saya kan hanya mempertahankan yang menjadi haknya,”ujarnya.

Ia mengaku tanah yang digaruk oleh alat berat dan dijaga oleh aparat kemanan tersebut adalah tanah miliknya dan saat suaminya tahu tanah tersebut akan diratakan suaminya langsung mendatangi lokasi tersebut.

“Kita punya bukti fisik ko kalau itu tanah milik kita. Dan kalau Delta udah bayar dia harus punya bukti fisik kan orang Delat itu orang pinter. Kalau memang sudah bayar dan memiliki tanah itu tunjukan ke kami buti fisiknya, jangan suami saya yang dianiya, ”terangnya. (*/amh)

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU