oleh

PGRI Sesalkan Tindakan Persekusi Oleh Oknum Aparat

CIBITUNG-PGRI Kabupaten Bekasi  menyesalkan tindakan persekusi yang dilakukan oleh oknum aparat Kepolisian berinisial (LND) dan (FRDK ) terhadap Kaswin yang juga anggota PGRI Kabupaten Bekasi.

Menurut Sekjen PGRI Kabupaten Bekasi, Hamdani tindakan tersebut sangat mencoreng dunia hukum apalagi dilakukan oleh  seorang aparat keamanan yang notabene tugasnya melindungi rakyat bukan sebaliknya malah menakut-nakuti.

“Kita sangat menyesalkan tindakan tersebut. Apalagi ini berlaku tidak adil terhadap rakyat, dan saat persekusi oknum aparat tersebut menggunakan seragam dengan atribut lengkap dan sangat jelas asal kesatuannya,”ujar kepada Formenews.id.

Menurutnya tindakan dan perlakuan tidak adil tersebut harus segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apalagi saya dengar pak Kaswin didampingi oleh LKBH PGRI sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Bekasi Kabupaten, jika masalah ini tidak ditindaklanjuti dan tidak diproses, saya yakinkan bahwa akan ada gerakan dari guru-guru Kabupaten Bekasi, karena kasus ini benar-benar telah merendahkan martabat guru, terlepas dari substansi akar masalahnya,”tambahnya.

Ia mengatakan dalam Undang-undang  nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen  Bagian Ketujuh pasal 39 ayat (3) sangat jelas dinyatakan  bahwa guru harus mendapatkan  salah satunya adalah perlindungan hukum yang mencakup perlindungan hukum terhadap tindakan kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif,I ntimidasi atau perlakuan tidak adil dari pihak peserta didik,orang tua peserta didik, masyarakat, birokrasi dan pihak lain

“Ini amanat Undang-Undang terlebih jika diliat dari foto dan video yang sudah saya lihat, ini jelas tindakan  kekerasan dan ini harus ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang ada, terlebih dilakukan oleh oknum Kepolisian yang mestinya lebih tahu dan lebih memahami,”imbuhnya.

Pihaknya mengaku akan terus mengawal proses hukum Kasus Kaswin bersama dengan LKBH PGRI Kabupaten Bekasi hingga permaslahannya jelas dan terang menderang. “Kepada teman – teman guru agar tetap bersikap tenang , jangan mudah terprovokasi dan jangan melakukan tindakan apapun yang sekiranya dapat menciderai penyelasaian hukum kasus Pak Kaswin, serahkan sepenuhnya kepada mekanisme hukum yang sedang ditempuh oleh LKBH PGRI Kabupaten Bekasi,”terangnya.

Sebelumnya diberitakan PNS diduga korban penganiayaan oleh oknum aparat melapor ke Polresta Bekasi Kabupaten pada Selasa sore (26/03/2019). Didampingi kuasa hukum dari LKBH PGRI Kabupaten Bekasi Kaswin melaporkan LND serta FRDK atas dugaan penganiayaan serta penyalahgunaan atribut aparat keamanan.

“Kita sudah mengadukan ke Polres atas perlakuan kasar terlapor kepada klien saya saudara Kaswin saat terjadi ricuh di lapangan yang menyebabkan klien saya lembab warna biru dilengannya dan digiting lehernya oleh pelaku,” ujar Ketua LKBH PGRI Kabupaten Bekasi, H Abdul Halim Soebri.

Dikatakannya setelah lapor pihaknya kemudian diajak Polisi untuk melakukan oleh TKP di Kampung Paparean Pasir, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat tempat terjadinya perselisihan serta dorong-mendorong anatara klien dengan terlapor tersebut.

“ Setelah ini kita lakukan visum di RS Annisa sebagai bukti adanya penganiayaan ,”tambahnya

Ia mengatakan seharusnya pihak Deltamas menggunakan keamanan setempat seperti Babinsa atau Bimaspol dari Polsek atau Koramil setempat bukan aparat dari kesatuan tertentu yang sekarang ia laporkan ke Polres.

“Kita menduga ia aparat yang mem-backup atau dibayar untuk pengamanan. Jadi tuduhannya bukan hanya penganiyaan saja tetapi juga pelecehan terhadap atribut,”imbuhnya

Ia meminta kepada Polisi untuk bertindak tegas terhadap oknum aparat tersebut diperiksa dan ditahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku tidak pandang bulu meski sama-sama sebagai aparat.

“Seharusnya aparat manapun memanuisakan manusia apalagi ini sama-sama aparat harusnya diperlakukan dengan etika buka denga kekerasan. Kami minta dihukum sesuai aturan yang ada dan sya minta supportnya dari anggota PGRI ini adalah perlakuan pertama dan terakhir terhadap guru oleh oknum aparat,”terangnya. (amh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU