oleh

Kembangkan Potensi Desa dengan Membangun BUMDes

MUARAGEMBONG – Pemerintah Kecamatan Muaragembong terus mendorong sejumlah desa di kecamatan paling utara di Kabupaten Bekasi tersebut untuk terus mengembangkan potensi desa dengan membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Menurut Camat Muaragembong, Junaefi ada beberapa desa di Kecamatan Muaragembong yang memiliki potensi untuk dikembangan dengan membangun BUMDes diantarnya Desa Pantai Mekar denga potensi usaha perikanan, Desa Pantai  Bahagia dengan olahan dari bahan buah mangrove dan wisata Pantai Beting serta Desa Pantai Bakti dengan wisata Pantai Muarabungin. Sementara itu Desa Jayasakti memanfaatkan bekas galian C untuk budidaya ikan apung.

“Yang tengah eksis saat ini adalah potensi usaha furniture di Desa Pantai Harapan Jaya dengan BUMDes- Harapan Jaya Mandiri yang mengelola lima workshop furniture, dengan satu bengkelnya memiliki lima karyawan, ”ujar Mantan Sekdin Pariwisata , Rabu (15/05/2019).

Disampaikannya BUMDes Harapan Jaya Mandiri tersebut sudah disurvey dari Badan Litbang Kabupaten Bekasi. Ia berharap pengembangan usaha tersebut bisa mengangkat ekonomi masyarakat setempat. Lantaran banyaknya usaha rumahan yang membuat furniture di  desa tersebut.

KUNJUNGAN: Badan Litbang Kabuaten Bekasi saat mengunjungi workshop BUMDes Harapan Jaya Mandiri milik Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong

“Disini ada sekitar 80 bengkel furniture. Dengan adanya BUMDes Harapan Jaya Mandiri kedepan diharapkan bisa membina semua  bengkel mebel atau furniture, kemudian mempunyai gudang serta toko dengan konsep pemasaran modern yang dikelola langsung oleh BUMDes,”tambahnya.

Selain itu saat ini pihaknya juga sedangkan mengusahakan kerja sama dengan sejumlah pihak diantaranya  Badan Litbang, Dinas Perindutrian, Dinas Koperasi dan UMKM serat Dinas Pariwisata.

“Saya berharap dinas tersebut menjadi bapak asuh, kemudian kita bisa memasarkan produk kita untuk kebutuhan furniture di Kabupaten Bekasi baik perkantoran maupun sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bekasi karena memang ini produk asli kita dan harganya pun terjangkau,”jelasnya.

Sementara itu Tim Pendamping Desa Kecamatan Muaragembong, Karnadi mengatakan pihaknya terus mendorong sejumlah desa yang memiliki potensi untuk dibangun BUMDes dengan produk-produk yang inovatif dan laku di pasaran.

“Kita tidak muluk-muluk setahun bisa memiliki pendapatan 50 Juta untuk setiap BUMdes itu sudah hebat. Tinggal inovasinya dikembangkan misalnya untuk furniture harus memiliki alat mesin bukan standar lagi, untuk olahan mangroove juga seperti sirup pidada, dodol pidada juga terus diberikan sentuhan rasadan olahan yang berbeda misalnya mix dengan rasa coklat atau strobery. Harapannya, lebih efektif lagi pemasarannya serta bisa lebih maju,”terangnya. (amh)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU