oleh

Sembiring: KIM Diharapkan Jadi Penjernih Informasi

BANDUNG – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diharapkan menjadi penjernih informasi terutama informasi-informasi hoax atau bohong dimasyarakat. Hal tersebut disampaikan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo RI, Selamatta Sembiring pada acara bimbingan teknis pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Jawa Barat di The Papandayan Hotel, Bandung, (10/10/2019)

Menurutnya KIM yang digawangi oleh tokoh masyarakat setempat harus mampu mentralisir infomasi yang berkembang dimasyarakat terutama informasi yang menyesatkan sehingga porsinya bisa didudukan pada tempatnya.

“Masyarakat itu butuh panutan. Dan KIM yang mayoritas digawangi tokoh masyarakat yang juga panutan masyarakat harus menetralisir sehingga tidak mengarah kepada hal-hal yang negatif yang mengggangu keutuhan bangsa,” tambahnya.

Meski jumlahnya anggota KIM menurun pasca orde baru, namun dengan anggota yang sekarang ada diharapkan mampu memnerikan penetrasi informasi yang positif dan mencerahkan.

“Kita harapkan ibu dan bapak anggota KIM di Jawa Barat dan Indonesia umumnya bisa efektif memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan informasi yang positif kemasyarakat. Harus menjadi tawas pada air, artinya mampu menjernihkan  informasi yang menyesatkan serta mampu menyatukan keutuhan bangsa,”tambahnya

Dikatakan saat ini ada sekitar 4.500 anggota KIM yang ada di Indonesia dan yang terbesarnya adalah di Jawa Barat sekitar 900 orang.

Sementara itu Pakar Komunikasi, Gun Gun Siswadi mengatakan pengguna internet didominasi oleh kelompok milenial yang berumur 13-35 Tahun. Oleh sebab itu KIM harus mampu mengandeng milenial untuk menyampaikan informasi.

“80 Persen pengguna internet adalah Milenial , kita harus berbaur dengan mereka dan menggandenganya dengan konten-konten positif untuk memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat,”ujarnya.

Selain itu ia menyampaikan KIM harus mampu membuat konten dan memanfaatkan sosial media yang memang saat ini paling banyak digunakan.

Selain Pakar Komunikasi, Gun Gun Siswadi, hadir juga pemateri Praktisi Sosial Media, Mohammad Kholis dan Syafi Alielha serta Kepala Bidang IKP Diskominfo Jabar Dedi Dharmawan serta Kasubdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa, Kemendes Ir Suhandani. (taj)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU