oleh

Kejati Riau Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi Kabupaten Pelalawan

RIAU – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendukung Kejaksaan Tinggi Riau, untuk mengusut tuntas dugaan korupsi berjamaah dana tak terduga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan 2012. Perlu diketahui, dalam dugaan korupsi itu dinilai merugikan negara hingga Rp. 2,8 Miliyar.

“Kami dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia meminta, agar Kejati Riau bisa mengusut tuntas dugaan korupsi berjemaah dana tak terduga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pelalawan 2012, diketahui sebelumnya informasi yang kami dapatkan telah 73 saksi diperiksa oleh Kejati. Oleh karena itu Kejati harus memberikan informasi perkembangan perkara tersebut telah sampai mana,” kata Sekjend DPP LAMI, Ozet kepada awak media, Senin (4/5/2020).

LAMI pun menegaskan, bahwa jika ada bukti permulaan kerugian negara, Kejati segera menetapkan menjadi tersangka semua yang terlibat kasus tersebut.

“Sebaliknya kalau memang tidak ada kerugian negara, segera diberitahukan kepada publik, jangan sampai merugikan nama baik mereka,” pungkasnya.

Belanja tidak terduga merupakan dana untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa atau tidak diharapkan berulang, seperti penanggulangan bencana alam dan sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya, termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahun sebelumnya yang telah ditutup.

Penggunaan dana tak terduga juga dimanfaatkan untuk belanja keperluan mendesak yang kriterianya ditetapkan dalam peraturan daerah tentang APBD, seperti program dan kegiatan pelayanan dasar masyarakat yang anggarannya belum tersedia dalam tahun anggaran berjalan.

Namun, untuk Pelalawan, aparat penegak hukum mengendus adanya tindak pidana korupsi penggunaan APBD 2012. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU