oleh

Bilqish Tak Masalah Gajinya Dipotong untuk Bayar Iuran JKN-KIS

CIKARANG- Manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang telah hadir di tengah masyarakat sejak tahun 2014 sudah banyak didengar oleh Helmi Siti Bilqish (20), seorang ibu rumah tangga. Ketika ditemui tim Jamkesnews di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Bilqish sapaan akrabnya terlihat sedang menunggu antrean untuk merubah status kepesertaan dirinya menjadi tanggungan suami yang telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di salah satu perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Saya belum pernah mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS sebelumnya. Namun saat ini, suami saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang ditanggung oleh perusahaan,” ujar Bilqish Rabum (12/08).

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Bilqish mengaku kondisi tersebut sangat berdampak kepda kondisi keluarganya. Penghasilan sehari-hari keluarganya, kata Bilqish menjadi menurun dan pola hidup pun berubah. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat Bilqish untuk tetap menjadi peserta JKN-KIS.

“Penghasilan suami saya menurun sejak awal tahun karena pandemi ini. Mau tidak mau semua juga menyesuaikan, dari konsumsi setiap hari dan kebutuhan pokok lainnya juga harus disesuaikan dengan dana yang ada. Tapi hal itu tidak menyurutkan saya untuk tetap ikut Program JKN KIS. Walaupun artinya gaji suami saya harus berkurang lagi untuk bayar iuran, tapi hal itu tentunya tidak seberapa dibandingkan manfaat dan proteksi yang saya dapatkan dari Program JKN KIS ini,” ujarnya.

Ia menyebut saat itu merupakan kali pertma dirinya mengunjungi kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus kepesertaannya. Ia mengakui bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas sangat baik dan ramah, sehingga idirya merasa nyaman untuk mengakses pelayanan di sana.

“Saya belum pernah sebelumnya melakukan pengurusan JKN-KIS secara langsung, namun yang saya rasakan pelayanan di sini sangat baik. Saya dilayani dengan ramah oleh petugas yang saya temui satpamnya juga ramah ketika menyambut saya,” katanya.

Bilqish mengatakan dengan adanya Program JKN-KIS ini tentunya sangat membantu bagi tiap lapisan masyarakat terutama bagi yang sedang membutuhkan biaya kesehatan saat sedang sakit. Dia juga menambahkan tidak masalah jika gaji suaminya harus dipotong untuk iuran JKN-KIS, karena manfaat yang akan didapatkan akan sangat jauh lebih besar dari jumlah iuran yang harus dikeluarkan.

“Dengan bergabung Program JKN-KIS ini sangat membantu sekali, ketika sakit kita tidak dipusingkan lagi harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya pengobatan, apalagi dengan iuran yang terbilang masih terjangkau tiap bulannya,” tutupnya. (HK/an/amh)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU