oleh

Tahun Ini Bapenda Tambah 300 Tapping Box

CIKARANG PUSAT – Tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi berencana menambah pemasangan 300 tapping box (pencatat transaksi elektronik) di sejumlah beberapa Hotel, Restaurant dan tempat parkir yang termasuk ke dalam wajib pajak (WP) self-assessment.

Diketahui, pada tahun lalu, Bapenda sudah memasang sebanyak 200  tapping box  di sejumlah rumah makan dan tempat parkir yang termasuk ke dalam Wajib Pajak (WP) self-assessment.

Kabid Pengendalian dan Evaluasi pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi Akam Muharram menerangkan, pemasangan alat perekam data transaksi usaha ini ditujukan guna menggenjot penerimaan pendapatan yang bersumber dari pajak daerah secara berkesinambungan, sekaligus untuk mendapat target pajak daerah yang telah ditetapkan.

“Sebanyak 200 tapping box dari bjb (Bank Jabar) sudah semua terpasang di Tahun 2019 tahun lalu, rencananya tahap ke dua akan diselesaikan di tahun 2020. Tapi, karena ada pandemik virus Covid-19,  maka akan dilanjutkan tahun 2021 ini,” ungkap Akam, Rabu (14/4).

Untuk jumlah tambahan taping box tahun ini, kata Akam,  pihaknya sebanyak 300 tapping box akan dipasang di tempat parkir, hotel, restoran tempat hiburan. Selain penampahan tapping box Rencana tahun ini melakukan maintenance secara berkala terhadap tapping box yang sudah terpasang.

“Rencana tahun ini, secara bertahap tapping box akan dipasang di tempat usaha, sehingga setiap transaksi wajib pajak bisa dipantau,” katanya.

Pemasangan tapping box tersebut, terang Akam, cukup efektif karena ada data pembanding untuk WP membayar pajak secara tepat jumlah membayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah.

Kemudian Ia juga menjelaskan, fungsi pemasangan alat tapping box, yakni sebagai pendataan transaksi dan sebagai pengawasan. Dari segi pendataan, pihaknya bisa melihat periode-periode bulanan transaksi dari WP tersebut.

“Transaksi ini bisa dimonitoring langsung oleh Bapenda, jadi kita bisa melihat apakah WP tersebut tepat jumlah tidak saat membayar pajak. Ketika diketahui tidak tepat jumlah sesuai dengan yang di Bapenda, kita bisa melakukan pemeriksaan. Itu kan salah satu fungsi pengawasannya dari situ,” terang  Akam.

Kedati selama 2020 lalu, PAD dari sektor yang menggunakan tapping box itu, belum maksimal sebagai dampak Covid-19, sebab banyak usaha yang terpaksa tutup untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona itu. Namum dipasangnya tambahan alat ini,  kata Akam, maka diharapkan ke depannya para WP yang sudah dipasang tapping box ini membayar pajak sesuai dengan transaksi yang telah ada.  “Terkait alat perekam ini, kita bekerjasama dengan Bank BJB, sehingga tidak dibeban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi, Herman Hanapi mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi khususnya wajib pajak agar taat membayar pajak. Karena dengan membayar pajak turut serta dalam pembangunan daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Khususnya di Kabupaten Bekasi.

“Harapan kami, khususnya Bapenda di tahun 2021 terhadap realisasi dapat terlaksana sesuai dengan tahapan target. Kita juga melakukan berbagai  berkomunikasi dengan wajib pajak dan pihak terkait untuk membangun inovasi dan kolaborasi,” tandasnya.

Iapun harapkan dengan salah satu inovasi ini bisa mencapai target PAD 2,5 Triliun. Menurut dia pemasangan alat monitoring ini tidak membebani anggaran daerah. Karena mulai dari penyediaan, pemasangan, hingga pemeliharaan akan ditanggung oleh Bank Jabar Banten (BJB).

“Pemasangan tapping box ini sesuai dengan Supervisi Korsupgah KPK RI dalam rangka optimalisasi Pendapatan Daerah dari sektor pajak daerah. Agar dilaksanakan pemasangan alat tapping box untuk empat jenis pajak daerah self assessment yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Yaitu, pajak hotel, pajak restoran, pajak restoran, dan pajak hiburan,” tandasnya.(amr/amh/adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU